SMPN 1
MANDAU
DURI, RIAU
2015
KATA
PENGANTAR
Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas berkat dan Rahmat-nya
Penulis dapat menyelesaikan
makalah dengan judul “ Virus Hepatitis A”
kiranya makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.
Penulis menyadari bahwa
penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu sangat di
harapakan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca demi perbaikan
penyusunan makalah kami selanjutnya, Semoga makalah ini bisa memberi manfaat
bagi kita semua.
Sekian yang dapat kami sampaikan.
Akhir kata, ‘Wasalamualaikum Wr.
Duri, 07 Agustus 2015
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman judul
Kata pengantar
Daftar isi
BAB I :
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
2. Rumusan Masalah
BAB II :
PEMBAHASAN
A. Sejarah Virus Hepatitis A
B. Pengertian Virus Hepatitis A
C. Sifat Umum Virus Hepatitis A
D. Penyabab, Tanda dan Gejala Virus Hepatitis A
E. Penularan Virus Hepatitis A
F. Pencegahan Virus Hepatitis A
G. Pengobatan Virus Hepatitis A
BAB III :
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hati adalah salah satu organ
yang paling penting. Organ ini berperan sebagai gudang untuk menimbun gula,
lemak, vitamin dan gizi. Memerangi racun dalam tubuh seperti alkohol, menyaring
produk-produk yang tidak berguna lagi dari darah dan bertindak sebagai semacam
pengaruh bagian tubuh yang menjamin terjadinya keseimbangan zat-zat kimia dalam
sistem itu.
Hepatitis A merupakan urutan
pertama dari berbagai penyakit hati di dunia. Hepatitis A terjadi secara
sporadis di seluruh dunia, dengan kecenderungan pengulangan siklus epidemi. Di
dunia prevalensi infeksi virus hepatitis A sekitar 1.4 juta jiwa setiap tahun
(WHO) dengan prevalensi tertinggi pada negara berkembang. Epidemi yang terkait
dengan makanan atau air yang terkontaminasi dapat meletus eksplosif, seperti
epidemi di Shanghai pada tahun 1988 yang mempengaruhi sekitar 300 000 orang.
Penyakit hepatitis A ataupun
gejala sisanya bertanggung jawab atas 1-2 juta kematian setiap tahunnya. Secara
global, virus hepatitis merupakan penyebab utama viremia yang persisten. Di
Indonesia berdasarkan data yang berasal dari rumah sakit, hepatitis A masih
merupakan bagian terbesar dari kasus-kasus hepatitis akut yang dirawat yaitu
berkisar 39,8-68,3% (Sanitoso, 2007). Pada tahun 2002-2003 terjadi KLB
(Kejadian Luar Biasa) hepatitis dengan 80% penderita berasal dari kalangan
mahasiswa. Dari data penderita hepatitis pada mahasiswa menunjukkan 56%
mahasiswa tersebut terbiasa makan di warung atau pedagang kuliner kaki lima
dengan hygiene sanitasi yang tidak baik (Laporan Dinas Kesehatan Kabupaten
Jember, 2003).
Pada tahun 2010, prevalensi
penyakit infeksi virus hepatitis A mencapai angka 9.3% dari total penduduk
237.6 juta jiwa. Di sumsel tahun 2007 dengan jumlah penduduk 7.019.964 jiwa,
prevalensi hepatitis A adalah 0.2-1.9%.
Pada umumnya orang yang
menderita penyakit hepatitis ini mengalami Anoreksia atau penurunan nafsu makan
dimana gejala ini diperkirakan terjadi akibat pelepasan toksin oleh hati yang
rusak untuk melakukan detoksifikasi produk yang abnormal sehingga penderita ini
haruslah mendapatkan nutrisi yang cukup agar dapat memproduksi enegi metabolik
sehingga penderita tidak mudah lelah. Secara khusus terapi nutrisi yang
didesain dapat diberikan melalui rute parenteral atau enteral bila penggunaan
standar diet melalui rute oral tidak adekuat atau tidak mungkin untuk
mencegah/memperbaiki malnutrisi protein-kalori.
Pentingnya mengetahui
penyebab hepatitis karena apabila ada anggota keluarga menderita penyakit yang
sama, supaya anggota keluarga siap menghadapi resiko terburuk dari penyakit
hepatitis beserta komplikasinya sehingga penderita mampu menyiapkan diri dengan
pencegahan dan pengobatan yaitu: penyediaan makanan dan air bersih yang aman,
sistem pembuangan sampah yang efektif, perhatikan higiene secara umum, mencuci
tangan, pemakaian kateter, jarum suntik dan spuit sekali pakai serta selalu
menjaga kondisi tubuh dengan sebaik-baiknya. Apabila hal ini tidak dilakukan
dengan benar dan teratur berarti keluarga dan penderita harus siap menerima
resiko komplikasi lainnya dan bahkan dapat menyebabkan kematian.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari makalah
ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana Sejarah Virus Hepatitis A ?
2. Apa yang dimaksud dengan Virus Hepatitis
A ?
3. Bagaimana Sifat Virus Hepatitis A ?
4. Bagaimana Penyebab, Tanda, dan Virus
Gejala Hepatitis A ?
5. Bagaimana Penularan Virus Hepatitis A ?
6. Bagaimana Cara Pencegahan Virus Hepatitis
A ?
7. Bagaimana Cara Pengobatan Virus Hepatitis
A ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Hepatitis A
Penyakit ini sudah dikenal antara
tahun (460 – 375 SM), oleh Hippocrates di wilayah Babilonia, mereka adalah
seorang tabib kuno dari daerah Yunani dan pada tahun 752 M Paus Zaccharias
Menulis sebuah surat kepada Santo Bonifacius tentang bentuk-bentuk dari
penyakit kuning yang menular sehingga mereka menamakan penyakit ini Icterus
Infectiosa. penyakit Hepatitis A banyak terjadi pada saat peperangan. Pada
tahun 1912 Cockayne memberikan nama Hepatitis Infectiosa untuk penyakit kuning
menular tersebut dan tahun 1923 Blumer berhasil membuat sebuah ringkasan yang
sempurna berdasarkan letupan Epidemik Jaundice yang terjadi di Amerika Serikat
antara tahun 1912 – 1923 dan observasi tersebut menyatakan terdapat eksistensi
dua bentuk utama virus Hepatitis yaitu Infectiosa dan Serum Hepatitis.
Kemudian timbul pernyataan
bahwa Hepatitis A adalah suatu penyakit yang diakibatkan oleh masuknya virus
Hepatitis A ke dalam tubuh yang kemudian menyerang hati. Penyakit Hepatitis A
merupakan penyakit dengan distribusi global dan infeksi Hepatitis A ditandai
dengan adanya antibodi anti HAV yang secara universal erat hubungannya dengan
standar kesehatan atau sanitasi daerah yang bersangkutan.Penyakit Hepatitis A
juga dapat menyebabkan letupan pada kelompok populasi yang berbeda salah satu
contoh adalah letupan yang terjadi pada saat kampanye militer.Pada tahun 1950 –
1970 pola Sero Epidemiologi penyakit ini diteliti oleh Murray, Krugman (1967)
dan kawan-kawan yang menuntun ke arah pencegahan penyakit tersebut.
Pada tahun 1973, Feinstone
SM dan kawan-kawan menemukan Virus Hepatitis A untuk pertama kalinya,secara
jelas dengan pemeriksaan Immune Electrone Microscope pada spesimen tinja dan
selanjutnya di kembangkan cara pemeriksaan Immunoassay, hal ini sangat sensitif
untuk memungkinkan deteksi antigen Hepatitis A dengan antibodinya dan
membuahkan hasil ditemukannya tes diagnostik untuk IgM spesifik yang dapat membedakan infeksi
virus Hepatitis A yang baru terjadi dengan yang telah lama terjadi serta tahun
1979 Provost dan Hilleman berhasil membiakkan Virus Hepatitis A dalam kultur
sel dan merupakan awal perkembangan vaksin Hepatitis A.
Virus Hepatitis A berukuran
27 nanometer dan oleh Anderson (1988) dapat digolongkan, serta Krugman (1992)
sebagai Piconavirus Ternyata terdapat satu sorotipe yang bisa menimbulkan
penyakit Hepatitis pada manusia. Dari gambaran skema komponen-komponen partikel
virus Hepatitis A bahwa peneliti terdahulu menemukan suspensi sample tinja akan
tetap bersifat infeksius meski mendapat tindakan sterilisasi dengan asam, eter,
suhu tinggi dan bahkan dibekukan lebih dari satu tahun. Namun virus Hepatitis A
dapat di inaktivasi dengan cara sterilisasi uap atau (auto claving), merebus,
paparan terhadap konsentrasi tinggi formalin dan radiasi sinar ultra violet
(UV).
Replikasi dari penyakit Hepatitis A target
primer utama dari HAV adalah sel-sel hati ( Hepatosit ) setelah virus tertelan
mereka terabsorsimelalui pembuluh darah diangkut ke hati dan begitu sampai di
hati mereka akan di telan oleh Hepatosit. Di sel materi genetik atau genondari
HAV yang terdiri dari stranded RNA akan bertindak sebagai suatu template yang
akan memproduksi protein virus selanjutnya protein ini akan berkembang kembali
membentuk capsid virus yang baru dan akan dirilis melalui saluran empedu kecil
yang terdapat di antara sel-sel hati dan mereka lalu secara bebas akan dibuang
melalui tinja.
B. Pengertian
Hepatitis A adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh
virus yang disebarkan oleh kotoran/tinja penderita,biasanya melalui makanan
(fecal - oral), Hepatitis A paling
ringan dibanding hepatitis jenis lain (B dan C). Penyakit ini bersifat
self-limiting (sembuh spontan) dan tidak meninggalkan komplikasi permanen pada
hati.Dengan perawatan yang baik, penderita dapat kembali pulih seperti
sediakala.
Virus Hepatitis (VHA)
berbentuk partikel dengan ukuran 27 nanometer, merupakan virus RNA dan termasuk
golongan Picornaviridae. Hanya terdapat satu serotipe yang dapat menimbulkan
penyakit hepatitis pada manusia. Virus ini sangat stabil dan tidak rusak dengan
perebusan singkat. Penggandaan atau replikasi terjadi dalam sel epitel hati dan
epitel usus.
Penyakit ini bersifat akut,
hanya membuat kita sakit sekitar 1 sampai 2 minggu. Virus Hepatitis A (HAV)
yang menjadi penyebabnya sangat mudah menular, terutama melalui makanan dan air
yang terkontaminasi oleh tinja orang yang terinfeksi. Kebersihan yang buruk
pada saat menyiapkan dan menyantap makanan memudahkan penularan virus ini.
Karena itu, penyakit ini hanya berjangkit di masyarakat yang kesadaran
kebersihannya rendah. Hepatitis A dapat menyebabkan pembengkakan hati, tetapi
jarang menyebabkan kerusakan permanen.
C. Sifat Umum Virus Hepatitis A
Virus ini dapat dirusak
dengan di otoklaf (121 o C selama 20 menit), dengan dididihkan dalam airselama
5 menit, dengan penyinaran ultra ungu (1 menit pada 1,1 watt), dengan panas
kering (180 o C selama 1 jam), selama 3 hari pada 37 o C atau dengan khlorin
(10-15 ppm selama 30 menit). Resistensi relative hepatitis virus A terhadap
cara-cara disinfeksi menunjukkan perlunya diambil tindakan istimewa dalam menangani
penderita hepatitis beserta produk-produk tubuhnya.
Klasifikasi
Kingdom : Virus
Ordo : Pikornavridales
Filum : Pikarnavrides
Genus : Heparnavirus
Kelas : Pikarnavrides
Spesies :
Famili : Pikornavridae
D. Penyebab, dan Gejala Hepaitis A
Penyakit hepatitis A
disebabkan oleh virus yang disebarkan melalui feses manusia yang diakibatkan
kesalahan dalam mengkonsumsi suatu jenis makanan dan minuman. Virus hepatitis A
atau VHA penyebarannya melalui pembuangan limbah manusia yang dilatar belakangi
oleh keadaan lingkungan dan sanitasi yang kurang baik dan bersih. Hepatitis A
ini masih tergolong jenis hepatitis yang ringan dan dapat disembuhkan dengan
pemberian vaksinasi, lamanya penyakit ini berlangsung 2-6 minggu.
Sebenararnya penyebab dari
penyakit Hepatitis A paling banyak disebabkan oleh zat kimia bisa juga terlalu banyak
mengkonsumsi alkohol dan terlalu sering memakan Bahan kimia seperti obat
obatan.
Akan tetapi Penyakit
Hepatitis A pada saat ini terjadi di sebabkan oleh makanan ataupun minuman yang
terinfeksi oleh virus hepatitis A, dan selama hubungan suami istri juga menjadi
penyebab penyakit Hepatitis A ini , tapi semua hepatitis A akan sembuh tidak
ada yang kronis.
Adapaun gejala dari
hepatitis A terbagi atas 3 stadium yaitu :
1. Fase prodromal ( pendahuluan)
. Berlangsung 2-7 hari dengan gejala seperti menderita influenza. Dengan Keluhan yang ada antara lain badan terasa
lemas dan lelah, tidak nafsu makan (anoreksia), mual dan muntah, nyeri dan
tidak enak di perut, demam, kadang-kadang menggigil, sakit kepala, nyeri pada
sendi (arthralgia), pegal-pegal pada otot (mialgia), diare, dan rasa tidak enak
di tenggorokan. umumnya menghilang atau menurun.
2. Fase ikterik ( dengan gejala kuning ).
Biasanya setelah demam turun, air seni terlihat kuning pekat seperti air teh.
gatal-gatal pada kulit. Bagian putih dari bola mata (sclera), selaput lendir
langit-langit mulut, dan kulit berwarna kekuning-kuningan. Bila terjadi
hambatan aliran empedu ke dalam usus maka tinja akan berwarna pucat seperti
dempul (faeces acholis). Warna kuning semakin bertambah kuning, selanjutnya
menetap dan kemudian menghilang secara perlahan-lahan. Keadaan ini berlangsung
sekitar 10-14 hari. Pada akhir stadium ini keluhan mulai berkurang dan
penderita merasa lebih enak. Pada usia lebih lanjut sering terjadi gejala
hambatan aliran empedu (cholestasis) lebih berat sehingga menimbulkan warna
kuning yang lebih hebat dan berlangsung lebih lama.
3. Fase penyembuhan
(konvalesen). Fase ini ditandai dengan hilangnya keluhan yang adam Pada fase
ini terjadi penyembuhan, gejala kuning menurun, nafsu makan kembali membaik,
mual-muntah menghilang, dan organ hati kembali mengecil perlahan-lahan.Kadar
enzim hati dan bilirubin darah pun berangsur-angsur menurun, walaupun penderita
masih terasa cepat lelah. Umumnya penyembuhan sempurna secara klinis dan
laboratoris memerlukan waktu 6 bulan.
E. Penularan
Penyakit Hepatitis
disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh kotoran atau tinja penderita
biasanya melalui makanan (fecel-oral), bukan melalui aktivitas sexual atau
melalui darah,selain itu akibat buruknya tingkat kebersihan. Yang bisa
ditularkan lewat jarum suntik yang terkontaminasi atau melalui darah orang yang
tercemar hepatitis A. Penelitian infektivitas menunjukkan bahwa risiko paling
besar penulran hepatitis A adalah antara 2 minggu sebelum dan 1 minggu sesudah
timbulnya ikterus. Penularan melalui jalan udara relative tidak begitu penting.
F. Pencegahan
Menurut WHO, ada beberapa
cara untuk mencegah penularan hepatitis A, antara lain :
1. Secara Umum
Pencegahan secara umum
adalah dengan cara mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan bersih ( hygiene
perorangan). Misalnya menjaga kebersihan dan cara makan yang sehat, seperti
mencuci tangan sesudah ke toilet sebelum menyiapkan makanan, atau sebelum
makan.
Selain itu perlu
diperhatikan kebersihan lingkungan sanitasi, pemakaian air bersih, pembuangan
tinja yang memenuhi syarat kesehatan, pembuatan sumur yang memenuhi standar,
mencegah makanan terkena lalat, memasak bahan makanan dan minuman. merupakan
tindakan penting untuk mengurangi risiko penularan dari individu yang
terinfeksi sebelum dan sesudah penyakit klinis mereka menjadi apparent.
2. Secara khusus
Pencegahan secara khusus
dapat dilakukan dengan :
a. Imunisasi pasif ( antibodi )
Diberikan sebagai pencegahan
kepada aggota keluarga serumah yang kontak dengan penderita atau orang yang
diketahui telah makan makanan mentah yang diolah atau ditangani oleh individu
yang terinfeksi dan diberikan kepada orang-orang yang akan berpergian ke daerah
endemis. Begitu muncul gejala klinis, tuan rumah sudah memproduksi antibodi..
Imunisasi pasif menggunakan HBlg (human normal immunoglobulin) dengan dosis
0,02 ml per kg berat badan. Pemberian paling lama satu minggu setelah kontak.
Kekebelan yang didapat hanya bersifat sementara. . Serum imun globulin (ISG),
dibuat dari plasma populasi umum, memberi 80-90% perlindungan jika diberikan
sebelum atau selama periode inkubasi penyakit. Dalam beberapa kasus, infeksi
terjadi, namun tidak muncul gejala klinis dari hepatitis A. tetapi imunisasi
aktif adalah lebih baik.
b. Imunisasi aktif
Menggunakan vaksin hepatitis
A (Havrix). Orang dewasa diberikan satu vial yang berisi satu ml (720 Elisa
unit), sedangkan anak berusia kurang dari 10 tahun cukup setengah dosis. Jadwal
penyuntikan yang dianjurkan sebanyak 3 kali, yaitu dengan range pemberian pada
0,1, dan 6 bulan. Pada tempat suntikan biasanya timbul pembengkakan (edema)
berwarna kemerah-merahan yang terasa nyeri bila ditekan. Kadang-kadang setelah
disuntik terasa sakit kepala yang akan hilang sendiri tanpa pengobatan.
Imunisasi tidak diberikan bila sedang sakit berat atau alergi (hipersensitif)
terhadap vaksin hepatitis A.
Vaksinasi hepatitis A
terutama diberikan kepada orang-orang yang mempunyai resiko tinggi untuk
tertular penyakit ini. Misalnya anggota keluarga atau orang serumah yang dekat
dengan penderita, dokter, paramedis, petugas laboratrium, anggota ABRI yang
tinggal di barak-barak, wisatawan asing yang mengunjungi daerah endemis (foreign
travel), homoseksual, dan anak-anak yang dititipkan di tempat penitipan bayi.
G. Cara Pengobatan
Tidak ada pengobatan yang
spesifik untuk hepatitis A, sebab infeksinya sendiri biasanya akan sembuh dalam
1-2 bulan. Terapi hal yang dilakukan hanya untuk mengatasi gejala yang
ditimbulkan. Contohnya, pemberian parasetamol untuk penurun panas. Terapi harus
mendukung dan bertujuan untuk menjaga keseimbangan gizi yang cukup. Tidak ada
bukti yang baik bahwa pembatasan lemak memiliki efek menguntungkan pada program
penyakit. Telur, susu dan mentega benar-benar dapat membantu memberikan asupan
kalori yang baik. Minuman mengandung alkohol tidak boleh dikonsumsi selama
hepatitis akut karena efek hepatotoksik langsung dari alkohol (WHO, 2010).
Namun untuk mengurangi
dampak kerusakan pada hati sekaligus mempercepat proses penyembuhan, beberapa
langkah penanganan berikut :
a. Istirahat. Tujuannya untuk memberikan
energi yang cukup bagi sistem kekebalan tubuh dalam memerangi infeksi.
b. Anti mual. Salah satu dampak dari infeksi
hepatitis A adalah rasa mual, yang mengurangi nafsu makan. Dampak ini harus
diatasi karena asupan nutrisi sangat penting dalam proses penyembuhan.
c. Istirahatkan hati. Fungsi hati adalah
memetabolisme obat-obat yang sudah dipakai di dalam tubuh. Karena hati sedang
mengalami sakit radang, maka obat-obatan yang tidak perlu serta alkohol dan
sejenisnya harus dihindari selama sakit.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Hepatitis A adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus
yang disebarkan oleh kotoran/tinja penderita,biasanya melalui makanan (fecal -
oral), Hepatitis A paling ringan
dibanding hepatitis jenis lain.
2. Sifat umum Virus ini dapat dirusak dengan
di otoklaf (121 o C selama 20 menit), dengan dididihkan dalam airselama 5
menit, dengan penyinaran ultra ungu (1 menit pada 1,1 watt), dengan panas
kering (180 o C selama 1 jam), selama 3 hari pada 37 o C atau dengan khlorin
(10-15 ppm selama 30 menit).
3. Sebenararnya penyebab dari penyakit
Hepatitis A paling banyak disebabkan oleh
zat kimia bisa juga terlalu banyak mengkonsumsi alkohol dan terlalu
sering memakan Bahan kimia seperti obat obatan. Adapaun gejala dari hepatitis A
terbagi atas 3 stadium yaitu : Fase prodromal ( pendahuluan),Fase ikterik ( dengan
gejala kuning ) dan Fase penyembuhan (konvalesen).
4. Menurut WHO, ada beberapa cara untuk
mencegah penularan hepatitis A, antara lain :Secara Umum dan Secara khusus .
5. Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk
hepatitis A, sebab infeksinya sendiri biasanya akan sembuh dalam 1-2 bulan.
Namun untuk mengurangi dampak kerusakan pada hati sekaligus mempercepat proses
penyembuhan, beberapa langkah penanganan berikut : Istirahat, Anti mual, dan Istirahatkan hati.
B. Saran
Kita harus memperhatikan
kebersihan lingkungan,pergaulan sehari-hari,dan juga obat-obatan. Karena dengan
hal-hak yang kecil yang tidak kita perhatikan dapat menyebabkan hal-hal yang
tidak kita duga nantinya. Hepatitis A pun dapat diakibatkan dari hal yang
sekacil semacam itu.
DAFTAR PUSTAKA
http://blogkesmas.ursoed.blogspot.com
http://cytag.wordpress.com/hepatitis
http://dhafinatallan.wordpress.com/mengenal-hepatitis-a
http://epidemiologiunsari.blogspot.com
http://health.klatennews.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Hepatitis
http://Makalahvirushepatitis002.blogspot.com/2013/04/hepatitis.html
http://muel-muel.blogspot.com/search/label/interna
http://Pbh-batusangkar.blogspot.com/2011/06/makalah-tentang-hepatitis.html
http://www.infeksi.com/articles.php?lng=en&pg=37
http://www.kesehatan/23.com
http://www.tanjungpinangpos.co.id/2013/04/64775/hepatitis.bintan.dominator-pusat.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar