Hi,
panggil aku Leona. Menurutku itu nama yang indah tapi sayang itu bukanlah nama
pemberian orang tuaku. Aku sebenarnya hanya anak buangan, aku sampai saat ini
tidak mengetahui kenapa aku dibuang sama orang tuaku. Tapi dalam hatiku aku tak
ingin membencinya. Aku masih bersyukur ternyata ada aja orang yang mau
merawatku. Meski bukan orang tuaku kandung tapi mereka merawatku dengan penuh
kasih sayang.
Ketika umurku
menginjak usia 12 tahun. aku merasakan dadaku sakit. Aku tak tau mengapa tapi
rasanya sangat sakit. Orang tuaku lansung membawaku kerumah sakit. Setelah diperiksa
dokter ternyata aku memiliki penyakit lemah jantung. Mulai saat itu aku yakin
mungkin alas an orang tua kandungku membuangku karena aku memiliki penyakit
ini. Mungkin mereka tidak mau menanggung penyakit yang aku derita. Dokter mengatakan
hidupku hanya akan bertahan sampai umur 23 tahun. aku sangat terkejut
mendengarnya. Tapi aku yakin tuhan pasti akan membantuku.
6 tahun
telah berlalu, sisa hidupku tinggal 5 tahun lagi. meskipun begitu, aku tetap
berusaha untuk membahagiakan orangtuaku. Tapi belum sempat aku membahagiakan
mereka, mereka telah dipanggil sang kuasa dalam tabrakan mobil. Pada saat itu
aku merasa putus asa. Karena tidak memiliki tujuan hidup lagi. aku berusaha
untuk mengakhiri hidupku. Tapi tuhan tidak berkehendak. Disaat aku hendak bunuh
diri, selalu saja ada yang menghentikan aku. Disaat itu aku mulai berpikir,
bahwa tuhan masih menyayangiku. Disaat itu aku mulai berkerja sendiri, membuat toko
sendiri, . Disana aku mulai membuat jilbab, dan pakaian muslimah.
4 tahun
kemudian. Aku bertemu dengan seseorang. Aku memang tak mengenalnya tapi
wajahnya sudah tua. Tapi aku merasa adanya ikatan batin yang kuat antara aku
dengan dirinya. Kami begitu akrab. Setahun setelah mengenal wanita tersebut , dia
mengatakan padaku kalau dia menyesal dahulu telah pernah membuang anaknya
sendiri. Dia juga mengatakan kalau aku seumuran dengan anak yang dia buang. Aku
terkejut mendengar pernyataanya. Apa mungkin yang dia maksud adalah aku. Dia juga
mengatakan kalau suaminya mengalami sakit jantung yang juga sangat parah. Aku begitu
terkejut. Hingga tiba2 aku pingsan. Saat tersadar aku sudah berada dirumah
sakit. Aku baru teringat bahwa mungkin hari ini adalah akhir dari hari hariku. Ketika
aku melihat disampingku, wanita tersebut menangis. Dan langsung memeluk ku. Dia
meminta maaf padaku. Dia meminta maaf karena dulu pernah membuangku. Aku memang
terkejut. Tak mengerti apa maksudnya. Setelah dokter mengatakan kalau wanita
tersebut adalah ibuku. Dokter telah mengecek darahku dan hasilnya sangat sama. Lantas
aku bingung apakah aku harus senang atau sedih. Senang karena dapat bertemu
dengan ibuku, dan sedih karena harus meninggalkannya. Aku pun berkata padanya
kalau aku sangat senang kemudian aku mulai menceritakan kehidupan. Tapi belum
sempat aku menyelesaikannya tiba2 aku merasa tubuhku ringan, sangat ringan.mungkin
inilah saat terakhirku. Maafkan aku ibu. Tapi aku harus meninggalkan dirimu
untuk memenuhi panggilan tuhan. Senang bisa bertemu denganmu. ibu

