Powered By Blogger

Translate

Jumat, 01 Mei 2015

LEONA’S DIARY



                Hi, panggil aku Leona. Menurutku itu nama yang indah tapi sayang itu bukanlah nama pemberian orang tuaku. Aku sebenarnya hanya anak buangan, aku sampai saat ini tidak mengetahui kenapa aku dibuang sama orang tuaku. Tapi dalam hatiku aku tak ingin membencinya. Aku masih bersyukur ternyata ada aja orang yang mau merawatku. Meski bukan orang tuaku kandung tapi mereka merawatku dengan penuh kasih sayang.
                Ketika umurku menginjak usia 12 tahun. aku merasakan dadaku sakit. Aku tak tau mengapa tapi rasanya sangat sakit. Orang tuaku lansung membawaku kerumah sakit. Setelah diperiksa dokter ternyata aku memiliki penyakit lemah jantung. Mulai saat itu aku yakin mungkin alas an orang tua kandungku membuangku karena aku memiliki penyakit ini. Mungkin mereka tidak mau menanggung penyakit yang aku derita. Dokter mengatakan hidupku hanya akan bertahan sampai umur 23 tahun. aku sangat terkejut mendengarnya. Tapi aku yakin tuhan pasti akan membantuku.
                6 tahun telah berlalu, sisa hidupku tinggal 5 tahun lagi. meskipun begitu, aku tetap berusaha untuk membahagiakan orangtuaku. Tapi belum sempat aku membahagiakan mereka, mereka telah dipanggil sang kuasa dalam tabrakan mobil. Pada saat itu aku merasa putus asa. Karena tidak memiliki tujuan hidup lagi. aku berusaha untuk mengakhiri hidupku. Tapi tuhan tidak berkehendak. Disaat aku hendak bunuh diri, selalu saja ada yang menghentikan aku. Disaat itu aku mulai berpikir, bahwa tuhan masih menyayangiku. Disaat itu aku mulai berkerja sendiri, membuat toko sendiri, . Disana aku mulai membuat jilbab, dan pakaian muslimah.
                4 tahun kemudian. Aku bertemu dengan seseorang. Aku memang tak mengenalnya tapi wajahnya sudah tua. Tapi aku merasa adanya ikatan batin yang kuat antara aku dengan dirinya. Kami begitu akrab. Setahun setelah mengenal wanita tersebut , dia mengatakan padaku kalau dia menyesal dahulu telah pernah membuang anaknya sendiri. Dia juga mengatakan kalau aku seumuran dengan anak yang dia buang. Aku terkejut mendengar pernyataanya. Apa mungkin yang dia maksud adalah aku. Dia juga mengatakan kalau suaminya mengalami sakit jantung yang juga sangat parah. Aku begitu terkejut. Hingga tiba2 aku pingsan. Saat tersadar aku sudah berada dirumah sakit. Aku baru teringat bahwa mungkin hari ini adalah akhir dari hari hariku. Ketika aku melihat disampingku, wanita tersebut menangis. Dan langsung memeluk ku. Dia meminta maaf padaku. Dia meminta maaf karena dulu pernah membuangku. Aku memang terkejut. Tak mengerti apa maksudnya. Setelah dokter mengatakan kalau wanita tersebut adalah ibuku. Dokter telah mengecek darahku dan hasilnya sangat sama. Lantas aku bingung apakah aku harus senang atau sedih. Senang karena dapat bertemu dengan ibuku, dan sedih karena harus meninggalkannya. Aku pun berkata padanya kalau aku sangat senang kemudian aku mulai menceritakan kehidupan. Tapi belum sempat aku menyelesaikannya tiba2 aku merasa tubuhku ringan, sangat ringan.mungkin inilah saat terakhirku. Maafkan aku ibu. Tapi aku harus meninggalkan dirimu untuk memenuhi panggilan tuhan. Senang bisa bertemu denganmu. ibu





Tidak ada komentar:

Posting Komentar