Powered By Blogger

Translate

Rabu, 25 Maret 2015

PERMINTAAN MAAF TERAKHIRKU



“Intan bolehkan aku bertanya?”kataku pada intan.”apa yang hendak kau tanyakan nindy”jawabnya.”kamu bisa tidak datang kerumahku nanti jam 5 sore.aku pengen belajar bareng denganmu”.“baiklah tunggu aku dirumahmu ya nanti!”katanya padaku sambil tersenyum.intan memang teman terbaikku.dia selalu berbuat baik padaku .aku pengen banget membalas perbuatan baiknya tapi aku tak pernah bisa melakukannya.
            Hari ini aku ada ulangan IPS aku telah belajar pada malam hari.begitu juga si intan.aku mengerjakan ulangan semampuku hingga akhirnya aku mendapatkan nilai 75.itu sih dibawah nilai standar .aku merasa sedih hingga akhirnya intan datang padaku dan bertanya.”nindy kamu dapat nilai berapa ulangan tadi?”.aku tak ingin menjawabnya tapi dia memaksakanku.akhirnya kujawab juga pertanyaan intan.”intan aku dapat nilai 75 tolong jaga rahasia ini ya”pintaku.”baiklah”jawab intan,intan selalu menyimpan rahasiaku.
            Hari terus berlalu hingga akhirnya tibalah pembagian rapor semester satu.aku bersyukur karna aku mendapatkan peringkat 10,sedangkan intan dia mendapatkan peringkat 2.intan memang anak yang pintar.aku mengucapkan selamat padanya karena telah berhasil masuk 3 besar.”selamat ya intan dapat peringkat 2”kataku sambil tersenyum.”iya sama sama”dia membalas senyumanku.
            Setelah liburan semester satu,aku kembali bersekolah.seperti biasa aku selalu bersama intan.hingga pada suatu hari ketika aku dan intan sedang ditaman.kami berkata kata.”intan kamu kok gendut sekarang ya?”tanyaku.tanpa sadar ternyata aku telah menyakiti perasaanya.”kamu kenapa sih mengejek aku.aku kan tidak pernah mengejekmu.coba donk dikit mengerti perasaan aku.jangan asal ceplas ceplos donk”katanya padaku dengan perasaan marah padaku.aku baru tau ternyata intan akan marah kalau dirinya diejek.dia lansung pergi meninggalkanku .aku menyesal telah melakukan hal itu.lansung kucari intan aku hendak minta maaf. pada akhirnya aku menemukannya di dalam kelas.aku lansung menuju padanya dan hendak meminta maaf.”intan maafkan aku ya atas perbuatanku tadi “.”bailkah aku maafkan kamu”.aku senang intan akhirnya mau memaafkanku.
            2bulan telah berlalu.aku masih berteman baik pada intan.hingga suatu hari,ada tugas berkelompok aku dikelompokkan dengan nessy.aku kesal karena tidak dapat sekelompok dengan intan.tapi aku pasrah aja.”nindy nanti tugas kelompoknya kita lakukan dirumahku ya.jam 4 sore”kata nessy padaku.”baiklah “ .
            Jam 4 sore aku telah sampai dirumah nessy.rumah nessy sangat besar.lalu aku melihat kedepan aku melihat nessy.dia datang menjemputku aku senang diperlakukan seperti itu.soalnya intan tak pernah melakukan hal itu padaku .aku lansung masuk kerumah nessy disana aku diperlakukan baik sekali.aku diberikan makanan dan minuman.aku merasa sangat senang disini.
ketika aku berbicara dengan nessy,nessy mengatakan sesuatu padaku.”nindy apakah intan pernah melakukan ini padamu?”.”tidak,intan tidak pernah melakukan ini tetapi dia sangat baik padaku”jawabku. ”bagaimana kalau kamu berteman denganku saja aku sangat baik padamu buktinya tadi aku memberi kamu pelayanan yang bagus  padamu.” “tapi nanti intan marah padaku” “siapa peduli diakan tidak pernah melakukanmu seperti tadi.” “baiklah sepertinya aku akan berteman denganmu” “hore akhirnya nindy mau berteman denganku.tapi kamu harus menjauhi intan oke” “aku tidak tau apakah aku harus wajib melakukan itu?” “tentu saja kalau tidak aku tidak mau mengakuimu sebagai teman”  “baiklah jika itu harus”kataku. diperjalanan pulang aku merasa  menyesal telah membuat keputusan yang salah.
Keesokan harinya aku telah berteman dengan nessy.kini ,aku lebih banyak menghabiskan waktu disekolah bersama nessy dibanding dengan intan. Ketika intan melihatku bersenang senang dengan nessy,tiba tiba intan datang padaku.”nindy mengapa kamu bersama nessy?mengapa kamu tidak mau berteman denganku lagi?” Tanya intan padaku.ketika aku hendak menjawab pertanyaan intan,aku seperti dibisiki kata kata yang memaksaku untuk berkata kasar pada intan.kalau tidak aku akan disiksa oleh teman teman satu kelas.”kamukan tidak pernah memberikan pelayanan yang baik setiap kali aku kerumahmu kan.jadi terserah aku dong mau memilih teman yang bagaimana.lagi pula kamukan miskin”. Tanpa kusadari aku telah berkata kasar pada intan.kulihat air mata intan telah mengalir.ingin kuhapus air mata itu.tapi intan telah berlari menuju kelas.aku  sangat menyesal karena telah melakukan intan seperti itu.ingin rasanya aku meminta maaf padanya,tapi yang telah kulakukan padanya telah keterlaluan.
Bel pulang telah berbunyi.aku masih memikirkan perbuatanku tadi.hingga akhirnya aku sampai dirumah .saat aku sedang makan siang,masih terpikirkan olehku perbuatanku pada intan.tiba tiba aku merasakan rasa sakit yang hebat pada seluruh badanku,membuatku jadi sulit bernafas.lalu pandanganku hitam aku tak dapat mendengar perkataan ibu dan ayah.
Didalam kegelapan itu kulihat intan datang padaku.dia mengatakan satu hal “hatiku sangat tersakiti apa yang kamu perbuat tadi disekolah”.lalu semuanya menjadi hitam lagi.aku tersadar,kulihat aku telah berada dirumah sakit khususnya diruangan ICU.kutengok tatapan orang tuaku seperti sedang menangis .melihat hal itu,aku bertanya pada ibuku “ibu,ibu mengapa aku ada diruangan ini?aku terkena sakit apa bu?”.melihatku bertanya hal itu,ibuku tak sanggup menahan air matanya.lalu dokter berkata padaku “nindy jangan kaget mendengar kabar ini ya. nindy terkena penyakit kanker pembuluh darah tingkat lanjut yang tak bisa disembuhkan lagi sehingga waktu nindy untuk hidup kira kira hanya seminggu.”.tak pernah kusangka aku terkena penyakit yang mematikan.penyakit yang mengambil semua kebahagiaan padaku dan kehidupanku.
3 Hari telah berlalu,mukaku semakin pucat dan tubuhku semakin lesu dan lemah.melihatku seperti itu ibuku dan ayahku bertanya padaku,”nindy apa yang ingin kamu minta tolong katakana pada ibu dan ayah?” Tanya mereka dengan wajah penuh dengan kesedihan.kumenjawab dengan kata kata yang pelan dan lambat,”ibu,ayah aku hanya ingin intan ada disini bu hanya itu yang aku inginkan” .
setelah kukatakan pada ibuku akan hal itu,mereka lansung pergi kerumah intan.didalam hatiku,aku berharap agar orangtuaku membawa intan bersamanya.tapi dihari keenam intan tak mau datang kerumahku.hingga hari ketujuh akhirnya intan mau datang kerumah sakit .ketika dia datang dia tampak menangis.
Aku pun berkata padanya,”intan maafkan aku telah berkata kasar padamu,aku berharap kamu mau memaafkan aku.tolong maafkan aku intan kumohon”kataku dengan suara terputus putus.”baiklah nindy aku akan memaafkanmu tapi kumohon jangan pergi,jangan tinggalkan aku,nindy nanti tak akan ada yang menjadi sahabatku”.aku tak akan pergi.aku akan ada saat kau ingat aku.ini aku kasih boneka kelinci kesayanganku,jika kamu rindu aku tolong peluk saja boneka ini,dan ingatlah aku tak pernah jauh darimu.” “baiklah nindy,dan terima kasih”. “terima kasih intan telah memaafkanku.”
Tak lama kemudian aku disuruh mengatakan kalimat Tahlil kuikuti dengan terbata bata dan kemudian,pandanganku gelap dan kutak bisa melihat,mendengar, dan tubuhku telah dingin serta kaku.mungkin inilah akhir hidupku,terima kasih pada ibu,ayah,intan,keluargaku,dan teman teman.kini aku harus pergi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar